Rabu, 03 Juli 2013

Tugas B.Indonesia (Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Jasa)


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Analisis laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan karena melalui laporan keuangan perusahaan dapat melihat kinerja perusahaan sudah berjalan dengan baik atau masih perlu kebijakan tertentu, jenis laporan keuangan antara lain : neraca, laba rugi, laporan perubahan modal. Analisis modal kerja adalah bagian dari analisis laporan keuangan perusahaan, dengan menggunakan laporan keuangan berupa neraca dan laba rugi perusahaan dapat melihat perubahan modal yang terjadi pada bagian aktiva. Baru-baru ini ada fenomena yaitu terjadi tekanan inflasi di Indonesia yang dipicu oleh peningkatan harga bahan bakar minyak yang telah mempengaruhi biaya bahan baku, biaya bahan bakar, dan hal-hal produksi di perusahaan.

Pada sebuah perusahaan salah satu faktor yang menentukan perkembangan perusahaan adalah pengelolaan keuangan, karena dapat menunjukkan dana yang tersedia mencukupi dan dikelola secara efisien. Ini baru dapat diketahui dengan membandingkan antara besarnya laba dengan besarnya modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Kemudian agar kontinuitas perusahaan tetap terjamin maka modal kerja perlu dijaga. Alasan lain sumber dan pengunaan dana merupakan suatu analisis keuangan penting bagi manajer yaitu untuk pengambilan keputusan di bidang keuangan dan bagi para kreditur atau bank dalam hal memberikan kredit. Pengelolaan modal kerja yang baik diharapkan dapat meningkatkan laba yang maksimal. Jika konsep modal kerja bersih dapat terpenuhi, maka perusahaan dapat mengembangkan kegiatan usahanya dan meningkatkan jumlah penjualannya yang pada gilirannya akan memperbesar laba usaha.



B.       Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.    Mengetahui laporan keuangan apa saja yang digunakan pada perusahaan jasa.
2.    Mengetahui bentuk laporan keuangan pada perusahaan jasa.
3.    Menganalisis pengaruh laporan keuangan pada perusahaan jasa.

C.      Manfaat Penelitian
Penelitian yang penulis lakukan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, maupun bagi para pembaca atau pihak-pihak lain yang berkepentingan. 
1.  Manfaat akademis
Penelitian ini erat hubungannya dengan mata kuliah Akuntansi Keuangan, sehingga dengan melakukan penelitian ini diharapkan penulis dan semua pihak yang berkepentingan dapat lebih memahami pengaruh laporan keuangan pada perusahaan jasa.
2.  Manfaat dalam implementasi atau praktik
Penelitian ini memfokuskan kepada perusahaan jasa sebagai objek penelitian, sehingga perusahaan jasa dapat mengetahui tentang pengaruh laporan keuangan untuk perusahaan jasa tersebut.











BAB II
LANDASAN TEORI

A.      Tinjauan Pustaka
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, laporan keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Zaki Baridwan mengemukakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan suatu hasil akhir dari pencatatan, yang merupakan suatu rangkaian dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku perusahaan yang bersangkutan.
Sedangkan menurut Sutrisno, laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni, neraca dan laporan laba rugi.
Penyajian laporan keuangan yang lengkap, umumnya terdiri dari komponen – komponen sebagai berikut :
1.      Neraca
2.      Laporan Laba Rugi
3.      Laporan Perubahan Modal/Ekuitas
4.      Laporan Arus Kas
Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada periode tertentu. Neraca merupakan perluasan dari persamaan dasar akuntansi.
Menurut Zaki Baridwan, neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu.
Ali Machmud berpendapat bahwa neraca adalah salah satu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang kekayaan yang dikuasai dan digunakan oleh perusahaan untuk mencapai suatu tujuan perusahaan yaitu laba serta utang (kewajiban) dan modal pada suatu saat tertentu.
Sedangkan pengertian neraca menurut Darsono dan Ashari, pedoman praktis memahami laporan keuangan, neraca adalah laporan tentang posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu seperti yang tertera dalam neraca.
Isi dari neraca secara garis besar adalah sebagai berikut:
·         Kelompok Aset: Aset Lancar, Investasi jangka panjang, Aset tetap, Aset tidak berwujud, Aset Lain-lain.
·         Kelompok Kewajiban: Kewajiban Lancar, Kewajiban jangka panjang, Kewajiban lain-lain.
·         Kelompok Ekuitas: Modal saham, Agio/Disagio saham, cadangan –cadangan, Saldo laba.
Bentuk penyajian neraca
Neraca dapat disajikan dalam:
1. Bentuk perkiraan / skontro (akun)
2. Bentuk laporan / stafel (report form)
Dalam bentuk skontro, neraca dibagi sisi sebelah kiri dan sisi sebelah kanan, yaitu sisi kiri untuk aset dan sisi kanan untuk pasiva yaitu kewajiban dan modal.
Dengan bentuk stafel semua akun dalam neraca disusun berurutan ke bawah. Urutan yang pertama adalah kelompok aset, kelompok kewajiban dan kelompok modal.

Laporan laba / rugi
Laporan laba / rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan beban-beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi. Laporan keuangan dari neraca lajur dapat disusun dari data kolom ke 7 dan kolom ke 8 yang dibuat dalam bentuk laporan.
Ada dua pendekatan dalam mencatat dan menggolongkan serta mengikhtisarkan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam perusahaan, yaitu: pendekatan tunai dan pendekatan waktu.

Bentuk laporan laba / rugi
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu:
a. Bentuk Single Step
b. Bentuk Multiple Step
Laporan laba rugi dalam bentuk single step hanya dikenal laba bersih karena dalam bentuk ini semua penghasilan dikurangi beban-beban termasuk pajak dilaporkan sekaligus tanpa dipisah-pisahkan seperti dalam multiple step.
Dalam bentuk multiple step, laporan laba rugi disusun bertahap, sehingga dikenal beberapa jenis laba seperti laba kotor, laba bersih operasi, laba bersih sebelum pajak dan laba bersih setelah pajak.

Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan perubahan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive.

Bentuk laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan ekuitas mencerminkan berubahnya modal dari awal sampai dengan menjadi modal akhir.

Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan pelengkap atau tambahan bagi laporan keuangan utama perushaan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal. Laporan ini memberikan informasi tentang arus kas yang keluar akibat adanya transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode tertentu. Untuk penyusunan laporan arus kas, perusahaan dapat menggunakan metode langsung dan tidak langsung untuk menyusun laporan arus kas.

Bentuk penyajian laporan arus kas
Metode penyajian langsung adalah metode panyajian yang menampakkan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Sedangkan dalam metode tidak langsung laporan aliran kas disusun dalam tiga kelompok yaitu arus kas dari kegiatan operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Dengan demikian, metode langsung untuk menyusun laporan aliran kas dapat menyajikan informasi yang lebih lengkap dibanding dengan metode tidak langsung.







BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.      Cara Memperoleh Data
Data yang diteliti diperoleh dari studi kepustakaan dengan membandingkan beberapa artikel yang terkait dengan  judul yang diambil.

B.     Cara Menganalisa Data
Membandingkan beberapa artikel yang terkait kemudian dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan kelompok sehingga dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.



















BAB VI
PEMBAHASAN

            Penelitian I
Menurut PSAK No. 1 ( Revisi 1998 ) mengenai laporan keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen – komponen, yaitu: neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas. Pada umumnya perusahaan jasa atau perusahaan dagang menggunakan laporan keuangan tersebut, tetapi pada perusahaan jasa lebih umum menggunakan jenis laporan keuangan yaitu laporan laba/rugi, laporan perubahan kas, neraca. Pada perusahaan jasa tidak menggunakan jenis laporan keuangan arus kas, karena dalam kegiatan pada perusahaan jasa aktivitas kas yang terjadi masih sederhana belum memerlukan adanya laporan arus kas.

Penelitian II
      Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002:2), laporan keuangan meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan dan laporan lain serta materi penjelasan merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan dalam laporan tersebut.
Bentuk laporan keuangan neraca dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu bentuk skontro artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelah menyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya.
Laporan Laba Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk , yaitu bentuk Single Step, semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih/rugi bersih. Sedangkan bentuk Multiple Step,  pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.
Laporan perubahan modal, ada satu bentuk yaitu modal awal yang dikurangi dengan penghitungan dari laba yang dikurangi prive, kemudian hasil dari itu dijumlah dengan modal awal yang menghasilkan modal akhir pada periode tersebut.
Bentuk format laporan keuangan pada perusahaan jasa yang digunakan yaitu:
Laporan keuangan neraca model skontro:
(Nama Perusahaan)
NERACA
(Periode yang berjalan)
AKTIVA       
KEWAJIBAN & MODAL
Kas
XXX
Hutang
XXX
Piutang
XXX


Perlengkapan
XXX


Sewa dibayar dimuka
XXX


Peralatan
XXX


Akm. Penyusutan Peralatan
(XXX)
Modal Tn. X
XXX
Tanah
XXX


Akm. Penyusutan Tanah
(XXX)





TOTAL
XXX
TOTAL
XXX








Laporan keuangan laba/rugi model single step:
(Nama Perusahaan)
LAPORAN LABA/RUGI
(Periode yang berjalan)

PENGHASILAN


-          Pendapatan Jasa

XXX



BEBAN-BEBAN USAHA


-          Beban Listrik
XXX

-          Beban Telepon
XXX

-          Beban Asuransi
XXX

-          Beban Perlengkapan
XXX

-          Beban Penyusutan Tanah
XXX

       Total Beban Usaha

(XXX)
LABA BERSIH

XXX

(Nama Perusahaan)
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
(Periode yang berjalan)
Modal awal

XXX
    Laba
       XXX

    Prive Tn. X
      (XXX)      



XXX
Modal akhir

XXX






            Penelitian III
      Menurut Harianto dan Sudono dalam Meriewaty (2005) para pengguna dan pemanfaat laporan keuangan adalah pemegang saham, investor, manajer, karyawan, pemasok dan kreditur, pelanggan,pemerintah dan pengguna lainnya. Antara pengguna laporan keuangan yang satu dengan yang lainnya mempunyai kepentingan yang berbeda. Pemegang saham akan menilai kinerja manajemen sebagai pihak yang diberi tanggung jawab untuk menjalankan dana pemegang saham. Investor memerlukan informasi keuangan untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasinya. Karyawan berkepentingan terhadap laporan keuangan agar perusahaan selalu berkembang dan menghasilkan laba, di samping itu untuk melihat rencana pensiun di masa depan. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan. Informasi dalam laporan keuangan ini diharapkan akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan ekonomi (Harnanto, 1994).















BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Menurut pendapat dari kelompok kami berdasarkan penelitian beberapa tokoh pendahulu mengenai analisis laporan keuangan pada perusahaan jasa bisa disimpulkan bahwa adanya laporan keuangan perusahaan jasa berpengaruh pada kelangsungan perusahaan periode yang akan datang. Selain itu, laporan keuangan juga sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan. Laporan keuangan umumnya digunakan pada perusahaan jasa meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.
Bentuk laporan keuangan yang digunakan pada perusahaan jasa yaitu neraca dengan bentuk skontro, laba/rugi dengan bentuk single step dan laporan perubahan modal dengan bentuk seperti pada umumnya yang terdiri dari penghitungan modal awal, laba, prive yang menghasilkan modal akhir.

  1. Saran
Saran peneliti sebaiknya dalam penelitian selanjutnya menggunakan lebih banyak refrensi yang berkaitan dengan judul yang diambil dan menggunakan metode yang berbeda sehingga hasil dari penelitian selanjutnya lebih bervariasi dan mudah dipahami oleh pembaca.










DAFTAR PUSTAKA

Rahmi, 2012, Pengaruh rasio keuangan terhadap nilai kinerja keuangan perusahaan, (http://amy01rahmi.blogspot.com/2012/12/pengaruh-rasio-keuangan-terhadap-nilai_4.html, diakses pada 17 juni 2013 pukul 17.20 WIB)

 

Faizah. 2012. “Analisis Pengaruh Luas Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”. http://faizahdoank34.blogspot.com/2013/06/analisis-pengaruh-luas-kelengkapan.html diakses 10 Juni 2013 pukul 07.39 WIB


Soemarso. 2004. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat.

Donald E. Kieso, Jerry J. Weygandt, Terry D. Warfield. 2008. Akuntansi Intermediate. Jakarta: Erlangga.

Layla. 2012. “Laporan Keuangan Perusahaan Jasa”. http://lailyza.blogspot.com/2012/04/laporan-keuangan-perusahaan-jasa.html diakses 10 Juni 2013 pukul 07.40 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar